Rabu, 17 Disember 2014

CARA PRAKTIS MEMBUAT BLOG


CARA PRAKTIS MEMBUAT BLOG

Kali ini, Saya akan Memposting tentang membuat Blog. 
pertanyaan nya adalah, Apa guna dari Blog??

Blog adalah salah satu Aplikasi, dimana kamu bisa menuangkan Pengetahuan yang kamu punya dan dapat  di-share kepada orang lain,

Langkah Awal Dalam Membuat Blog Adalah :


  1. Kamu buka Blogger, maka akan muncul seperti dibawah ini, jika kamu sudah punya G-mail maka kamu tinggal melanjutkan sesuai prosedur.
  2. Klik Blogspot.com atau Blogger.com, kemudian isi Prosedur yang muncul dan pastikan kamu  memiliki akun Gmail yang aktif.
  3. setelah kamu mengisi data form, kamu telah berhasil mambuat blog.
Cara Memposting 

1. klik Blog Baru,
2. maka akan muncul tanpilan seperti dibawah ini : 
  • Judul : adalah kolom untuk membuat judul artikel yang akan kamu buat
  • username : adalah alamat artikel
  • template : tampilan atau design blog yang kamu inginkan 
  • lalu klik buat Blog











3. Setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini
  • Isi Artikel apa yang ingin kamu tuliskan dengan mengisi Judul  di Kolom Entri
  • lalu tulikan apa yang ingin kamu tulis lalu klik Publikasikan 
  • untuk desain lebih menarik, terdapat beberapa toolbar yang dapat kamu gunakan seperti . Font, Warna , gambar , Dll.

  • Tuliskan materi yang hendak kamu posting
  • Setelah selesai, Klik Publikasi yang berada pada sebelah kanan atas.

selamat mencoba, semoga bermanfaat!!

Selasa, 16 Disember 2014

CARA PRAKTIS MEMBUAT FOTO KE BENTUK VIDEO

CARA PRAKTIS MEMBUAT FOTO KE BENTUK VIDEO

FOto .....
mendengar kata Foto pastinya bukan kata asing bagi kamu, banyak orang mengabadikan moment dengan berfoto di mulai dari Zaman Selcam dan sekarang yang lagi Zamannya Selfie.
Kamu punya banyak Foto?? akan lebih menari bila kamu menyimpannya dalam bentuk movie.
Blog saya kali ini akan membahas tentang membuat kumpulan foto ke dalam bentuk Movie dengan menggunakan MOVIE MAKER

Hal yang pertama kali kamu lakukan adalah, memiliki aplikasi Movie Maker Windows. Apabila kamu belum memilikinya kamu bisa mengunduhnya dari internet, Lalu ikuti langkah-langkah di bawah ini.

  1. Buka Windows Movie Maker, setelah itu klik Task maka akan muncul Movie Task
  2. Pada Capture Video, klik Import Pictures untuk memasukkan kumpulan foto yang akan dijadikan video.
  3. Setelah kamu meng-import foto, foto akan muncul di Collections
  4. Drag foto ke bawah pada Timeline yang tersedia, bisa satu persatu, atau bisa secara keseluruhan 
  5. Tambahkan Video Transitions. Caranya; klik anak panah yang sejajar dengan Collections, lalu pilih Video Transitions.
  6. Pilih Jenis video transisi lalu drag ke Timeline tepat di antara masing-masing foto. Kamu bisa menambahkan setiap video transisi di antara masing-masing foto yang tersedia di Timeline atau video Efek.
  7. Setelah selesai, coba di play untuk melihat preview hasil video.
  8. Import Music atau Audio
  9. Drag audio atau musik tersebut di bawahnya Timeline, tepat sejajar dengan Audio/ Music.
  10. Jika audio atau musik tersebut durasinya lebih panjang daripada videonya, drag dari kiri ke kanan untuk memotong audio atau musik pada bagian akhir, atau dari kanan ke kiri untuk memotong audio atau musik pada bagain yang pertama.
  11. Lalu sesuaikan durasi audio dengan video dengan cara tersebut di atas.
  12. Setelah selesai, klik File, lalu Save Movie File dan ikuti intruksi selanjutnya sampai finish 

Semoga Tulisan ini Berguna dan 
Selamat Mencoba !!



Khamis, 11 Disember 2014

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Apa itu komunikasi antar budaya?

Jawabannya mudah saja, yaitu : Komunikasi yang terjadi diantara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda .
Kita sering tidak menyadari bahwa pentingnya belajar tentang komunikasi antar budaya yaitu :

  • Menambah pengetahuan
  • Melepaskan diri /jalan keluar 

Dalam prakteknya, kita menemukan beberapa orang lain berkomunikasi tidak efektif atau bisa dikatakan tidak mendapatkan feedback yang sesuai dengan konteksnya. Hal tersebut disebabkan oleh hal-hal yang tidak mendukung( hambatan ) yang ada dalam proses tersebut.

Dalam Komunikasi antar budaya terdapat beberapa hambatan dalam komunikasi yaitu :

  • Keanekaragaman dari tujuan komunikasi
  • Tidak adanya kepercayaan
  • Penarikan diri
  • Tidak adanya empati
  • Kekuasaan
  • Hambatan derajat kesamaan/ketidaksamaan

Hambatan diatas mengakibatkan tidak efektifnya proses komunikasi dan hal itu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :

  1. Pengetahuan tentang komunikasi dan keterampdan berkomunikasi
  2. Sikap komunikator
  3. Pengetahuan umum
  4. Sistem sosial
  5. Sistem kebudayaan

Rabu, 10 Disember 2014

LOBBYING DAN TUJUANNYA

Lobbying


Pernahkah anda melobby ?
Lobbying sering terjadi di ruangan lingkup pekerjaan yang mengaitkan dua instansi atau lebih.


 Lobby atau ada juga yang mendefinisikan diplomasi (dalam istilah politik) adalah salah satu cara dalam menyelesaikan sebuah konflik. Konflik yang dimaksud di sini adalah konflik dalam batasan yang luas, yakni adanya dua hal atau lebih, baik personal maupun kelompok yang terlibat dalam suatu interaksi yang saling berlawanan. 



Yang harus diperhitungkan oleh seorang Pe-lobby yang baik adalah

  •  Pe-lobby harus menetapkan tujuan berdasarkan kekuatan yang sungguhnya
  • Pe-lobby harus dapat menilai tujuan dan kekuatan “lawan” dengan cermat
  • Pe-lobby harus menetapkan seberapa jauh tujuan yang berbeda itu bisa di cari titik komprominya
  • Pe-lobby harus menggunakan sarana yang tepat untuk mencapai tujuan 



Hal-hal mendasar yang harus dipersiapkan sebelum melakukan lobby


  • Pihak Pe-lobby menyiapkan orang yang punya visi part of solution bukan orang yang jadi part of problem.
  • Pihak Pe-lobby harus punya tujuan yang jelas, akurat dan ditopang dengan kekuatan yang memadai
  • Pihak Pe-lobby harus memperhitungkan kondisi obyektif dan sudut pandang lawan
  • Pihak Pe-lobby harus bersedia berkompromi dengan berbagai tingkatan target yang akan di raih


Bagaimana Lobby bisa dilakukan ?

Lobby bisa dilakukan kalau “lawan” kita kira-kira seimbang atau lebih kuat. Kalau seimbang bisa jadi sama-sama akan rugi (hancur) dan ini jelas tidak dikehendaki oleh kedua belah pihak. Sedangkan jika lawan lebih kuat maka dicari agar kita bisa mengurangi kekalahan atau mencari titik temu sehingga tidak jadi konflik


Teknik lobby

Cara atau teknik lobby ada berbagai macam tergantung pada target yang ingin dicapai. Ada lobby dengan target menang (sehingga bisa jadi bohong atau bahkan licik), lobby dengan target win-win solution. Atau bisa juga dengan target agar tidak terlalu “memalukan” ketika akhirnya kalah.Masing-masing cara/gaya melobby tergantung pada kondisi obyektif di lapangan serta tergantung pada pihak lain yang kita lobby.



Mengapa harus dilakukan lobby?

 Lobby penting artinya untuk mengukur tingkat kekuatan internal, citra yang ditangkap publik serta kredibilitas dan akuntabilitas di hadapan pihak lain. Lobby juga diperlukan untuk “memuluskan” berbagai proses yang sedang dilakukan 






Apa keuntungan lobby?

 Keuntungan lobby adalah mempercepat proses birokrasi, memperpendek waktu penyelesaian masalah serta mengurangi resiko kerugian yang akan di terima.

Mengapa kita butuh melakukan lobby?

Hal ini penting untuk memperluas pencapaian target dan tujuan yang hendak dicapai, semakin bagus lobby yang kita lakukan, maka semakin cepat dan luas target dan tujuan bisa diraih



Semoga Bermanfaat!!!!
By: Bintang


Selasa, 9 Disember 2014

Pola Komunikasi dan Cara Mengelola

Pola Komunikasi

         Saluran Komunikasi Formal
        Atas ke bawah ( downward Communication)
        Bawah ke atas ( Upward Communication)
        Komunikasi Horisontal ( horizontal Communication)
        Komunikasi Diagonal ( Diagonal Communication)

Downward Communication

         Pengarahan/intruksi
         Memberi informasi/penjelasam
         Informasi prosedur dan praktek orang
         Memberikan Umpan Balik
         Memberikan informasi mengenai tujuan


Upward communication

Komunikasi yang berasal dari bawah ke atas, informasi mula-mula dari karyawan – kepala bagian – yang pada akhirnya sampai pada manager umum.

  •  Tips keberhasilan komunikasi ke atas  : Manajer  percaya pada bawahan

  • Kelemahan : ABS ( asal bos senang )



Komuikasi Horizontal

        Komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sederajat.
        Tujuan :
         Melakukan persuasi
         Mempengaruhi
         Memberikan informasi pada bagian yang sejajar.
        Komunikasi horisontal efektif bila antar bagian mempunyai tingkat ketergantungan yang tinggi.

Diagonal  Communication

         Komunikasi yang melibatkan dua tingkat yang berbeda




                                                                                                                                    
KETERBATASAN DALAM KOMUNIKASI FORMAL

         Ditinjau dari sudut Pandang Individual
        Membuat frustasi bagi pihak tertentu, karena untuk sampai pada manajer puncak harus melewati lapisan manajer di bawahnya

         Ditinjau dari sudut pandang perusahaan.
        Sering munculnya distorsi /gangguan penyampaian informasi ke level yang lebih tinggi


SALURAN KOMUNIKASI INFORMAL

         Saluran komunikasi informal tidak memperhatikan jenjang hirarkhi.
         Sifat :
        Kadang kurang akurat
        Tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Jumaat, 25 April 2014

Jenis komunikasi dan unsur-unsur komunikasi

A.    Jenis-jenis komunikai

a.       Komunikasi Verbal
     Adalah komunikasi yang dapat disampaikan melalui tulisan dan lisan.
1.      Secara langsung (tatap muka)
Yang disebut dengan komunikasi langsung yaitu bila proses penyampaian pesan dari pihak komunikator
pada pihak komunikan langsung bertatap muka.
contohnya : Bu  Bintang berbicara kepada siswanya yang sedang ribut.
Bintang    : " Diam!!!!".

2.      Secara tidak langsung
Yang disebut dengan komunikasi tidak langsung yaitu bila proses penyampaian pesan dari pihak
komunikator kepada pihak komunikan melalui sebuah media.
contoh : Bu Bintang sedng menelepon ke ruang Dosen
Bintang    : " halo, selamat siang!, boleh saya berbicara dengan Bpk Rahmat?".
·         Visual
Yaitu melalui media yang dapat dilihat, seperi surat kabar, majalah,buku.
·         Audio
Yaitu melalui proses penyampaian pesan melalui media yang dapat didengar yaitu,radio,telepon.
·         Audiovisual
Yaitu proses penyampaian pesan melalui media yang dapat didengar dan dilihat yaitu,TV,telepon.

b.      Komunikasi Non Verbal
     Adalah komunikasi yang dapat disampaikan melalui bahasa isyarat,ekpresi, dan gerakan tubuh ( gesture ).
comtoh : Bu Bintang memukul Meja beberapa kali dengan maksud menyuruh siswanya diam.

B.     Unsur-unsur Komunikasi

a.       Komunikator
Komunikator adalah pihak yang memberikan/menyampaikan pesan kepada pihak komunikan baik secara langsung maupun sacara tidak langsung, verbal maupun non verbal. Dalam hal ini komunikator dituntut agar dapat menyampaikan pesan dengan jelas sehingga komunikan dapat menanggapinya dengan benar sehingga menimbulkan pengertian yang sama.

b.      Message/Pesan
Message bisa juga disebut dengan maksut atau tujuan dari komunikator menyampaikan berita. Dalam hal ini pesan yang dikirim harus dirangkai/disusun sedemikian rupa agar dapat dimengerti oleh pihak komunikan.


c.       Komunikan
Komunikan adalah pihak yang menerima pesan, atau bisa juga disebut dengan pihak yang membutuhkan pesan.

d.      Media
Dalam hal menyampaikan pesan jika secara langsung mungkin tidak membutuhkan media akan tetapi jika secara tidak langsung media sangat dibutuhkan untuk menyampaikan pesan. Seperti telpon, surat kabar, TV, radio,dll.

e.       Feedback (umpan balik)

Feedback akan timbul jika pesan yang disampaikan oleh komunikator jelas, sehingga dapat dimengerti oleh komunikan. Dalam hal ini umpan balik juga dapat disebut dengan tanggapan atau respon.

HUKUM KOMUNIKASI

    HUKUM KOMUNIKASI


Hukum # 1: Respect
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting.   Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.


Hukum # 2: Empathy
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer's behavior) merupakan keharusan.   Dengan memahami perilaku konsumen, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.
            Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
             Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.

Hukum # 3: Audible
         Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.

Hukum # 4: Clarity
         Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja di Sekretariat Negara, hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam menyiapkan korespondensi tingkat tinggi. Karena kesalahan penafsiran atau pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana.
Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.

Hukum # 5: Humble

         Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Dalam edisi Mandiri 32 Sikap Rendah Hati pernah kita bahas, yang pada intinya antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer First Attitude), sikap menghargai, mau mendengardan menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect), karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.



semoga Tulisan ini berguna bagi Anda!!!!