Pola
Komunikasi
•
Saluran Komunikasi Formal
–
Atas ke bawah ( downward
Communication)
–
Bawah ke atas ( Upward Communication)
–
Komunikasi Horisontal ( horizontal
Communication)
–
Komunikasi Diagonal ( Diagonal
Communication)
Downward Communication
•
Pengarahan/intruksi
•
Memberi informasi/penjelasam
•
Informasi prosedur dan praktek orang
•
Memberikan Umpan Balik
•
Memberikan informasi mengenai
tujuan
Upward communication
Komunikasi yang berasal dari bawah ke
atas, informasi mula-mula dari karyawan – kepala bagian – yang pada akhirnya
sampai pada manager umum.
- Tips keberhasilan komunikasi ke atas : Manajer percaya pada bawahan
- Kelemahan : ABS ( asal bos senang )
Komuikasi Horizontal
–
Komunikasi yang terjadi antara
bagian-bagian yang memiliki posisi sederajat.
–
Tujuan :
•
Melakukan persuasi
•
Mempengaruhi
•
Memberikan informasi pada bagian yang
sejajar.
–
Komunikasi horisontal efektif bila
antar bagian mempunyai tingkat ketergantungan yang tinggi.
Diagonal Communication
•
Komunikasi yang melibatkan dua
tingkat yang berbeda
KETERBATASAN
DALAM KOMUNIKASI FORMAL
•
Ditinjau dari sudut Pandang
Individual
–
Membuat frustasi bagi pihak tertentu,
karena untuk sampai pada manajer puncak harus melewati lapisan manajer di
bawahnya
•
Ditinjau dari sudut pandang
perusahaan.
–
Sering munculnya distorsi /gangguan
penyampaian informasi ke level yang lebih tinggi
SALURAN
KOMUNIKASI INFORMAL
•
Saluran komunikasi informal tidak
memperhatikan jenjang hirarkhi.
•
Sifat :
–
Kadang kurang akurat
–
Tidak dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.
CARA
MENGELOLA KOMUNIKASI
–
Penanganan Pesan Rutin
- Perusahaan besar pesan tertulis > Perusahaan kecil.
- Benefit lebih diprioritaskan, maka :
–
Mengurangi jumlah pesan
–
Memberi intruksi yang jelas
–
Mendelegasikan tanggung jawab
–
Melatih para penulis dan pembicara
–
Penanganan Krisis Komunikasi
- Krisis komunikasi merupakan ajang uji coba keterampilan dalam berkomunikasi.
- Semakin besar tantangan semakin tinggi tingkat kemampuan/keterampilan yang dibutuhkan.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan